Pembaca saya yang
tambah baik, kali ini saya masih
akan membahas seputar masyarakat Toraja. Kembali lagi saya mengajak Anda untuk
membaca blog teman saya jika ingin tahu tentang budaya Toraja atau kalau masih
mau baca blog saya yang lain klik ini aja http://kamisangtorayan.blogspot.com/.
Kembali ke apa yang
akan saya ceritakan.
Pembaca yang baik
hati duduk yang manis yach… J
Apakah Anda pernah
berkunjung ke Toraja atau Anda menikah dengan orang Toraja? Jika belum kunjungi
sekarang juga dan menikahlah dengan saya.. HAHAHAHAHAHAHAHA…
Jika Anda berkunjung
ke Toraja dan menginap di rumah orang Toraja yang kebetulan terdapat seorang
bayi yang baru berumur lebih dari 1 bulan atau boleh dikata masih dalam masa
balita, jangan heran jika mendengarkan kata-kata berikut ini……(kalimatnya
panjang sekali… sepanjang yang tulis mungkin yach…apanya?) Kata-kata itu adalah
“Lobo’ ; pondang ; sakke’ ”
Kata-kata ini akan
diucapkan orang-orang yang sedang berada di sekitar bayi yang sementara bersin.
Dari pihak kesehatan mengatakan bahwa kita harus menutup mulut jika ada orang
yang bersin di sekitar kita. Namun berbeda dengan orang Toraja ( Torajanese
kata tourist.. J ) , mereka akan mengucapakan kata-kata “Lobo’ ;
pondang ; sakke’ ”. Pembaca saya yang baik hati, coba bayangkan jika bayi Anda
bersin beberapa kali, semua kata ini akan disebutkan bahkan seperti orang yang
lagi nyanyi canon. Jika pertama kali mendengarnya hal ini terkesan
bahwa orang Toraja membaca mantra supaya tidak tertular dengan virus yang
dilepaskan saat bayi bersin. Mungkin Anda akan berpikir bahwa kami
(kami berarti saya orang Toraja… promosidiri.com) adalah keturunan dukun (maaf,
itu jauh dari kehidupan kami ….hihihihihihihi)
Jadi apakah sesungguhnya
arti dari kata-kata di atas? Tunggu jawabannya di ketikan berikut ini.
Anda tidak suka
menunggu seperti tawaran sebuah website jika Anda ingin mendowload lagu, Anda
tidak perlu memilih yang premium karena saya akan langsung menjelaskannya .
(Lumayan tambah sedikit kalimat….hehehehehe)
“Lobo’ ; pondang ;
sakke’ ” sebenarnya tiga kata ini memiliki arti yang hampir sama. Ketiga kata
ini menurut kamus versi keluarga mengatakan bahwa mereka mengandung sebuah makna doa.
Bayi didoakan supaya bisa bertumbuh dengan baik, menjadi besar, dan panjang
umur. Kesannya agak lucu orang biasanya mengucapkan panjang umur jika ulang
tahun, tapi kami malahan jika kami bersin. Tapi tidak bisa dipungkiri inilah
kebiasaan yang diturunkan nenek moyang kami. Jadi intinya jika bayi orang
Toraja bersin dan orang-orang yang di sekitarnya ber-canon mengucapkan
kata-kata di atas, Anda tidak usah heran, mungkin Anda juga boleh
mengucapkannya. Itung-itung mendoakan sang bayi.
Informasi
selanjutnya, akan diposting jika ada yang memberi tahu saya. J
Haaaaaatzihhhhhhhhhhhhh!!!!
