Kita tidak akan bertahan berada di temapat yang baru, jika
tidak dapat bersosialisasi dengan masyarakatnya. Bersosialisasi dengan
masyarakat adalah kunci yang paling tepat untuk survive di tempat tersebut.
Namun bagaimana jika ada bahasa-bahasa yang sengaja diplesetkan oleh masyarakat
di tempat tersebut yang biasa dijadikan sebagai bahan humor.
Adalah sebuah daerah yang selama ini dikenal bukan saja di
Indonesia tetapi juga di luar negeri. TORAJA. Yach… Inilah daerah yang kaya
akan keunikan budaya. Budaya daerah tersebut akan Anda temukan di website atau
blog orang Toraja sendiri, jadi nanti buka di sana aja yach…. Itung-itung
supaya blog teman saya dibaca juga… J
Para pembaca yang baik hati( Mengapa Anda baik hati? Karena Anda
rela menghabiskan waktu Anda untuk membaca posting saya ini :D ) Toraja tidak
mau ketinggalan untuk memberikan sesuatu yang khas dari mereka. Sebuah bahasa
slang yang akan Anda dengarkan jika berkunjung ke tempat ini
“
Malemo Sau’ ”
Jika ditelusuri , dua
kata ini berarti sudah berangkat ke arah Selatan. Mungkin Anda akan terheran
jika dua kata ini dihubungkan dengan Pemilihan Umum.
Berbicara soal Pemilu, biasanya akan berbicara soal hal-hal
yang serius, karena jika tidak serius nanti uang untuk kampanye sia-sia! J Yach… Dua kata ini
pernah menjadi trend ketika perhelatan Pemilukada di daerah ini dihelat. Namun
bukan dalam konteks yang serius, “Malemo Sau’ ” dijadikan sebagai bahan humor.
Pada saat itu salah satu dari Kandidat harus tersingkir dari tidak memenangkan
Pemilukada tersebut. Simpatisan dari mereka pun menggunakan dua kata ini untuk
mengungkapkan apa yang mereka rasakan “ Malemo Sau’ ”. In this case (dalam
bungkusan ini, maksudnya: dalam hal ini) kata ini bisa diartikan sebagai
penuturan akan kekalahan dalam bersaing. Anda merasa dikalahkan hari ini ayo katakan
“Malemo Sau’ ” . Setidaknya bukan dalam nuansa telalu stress
tetapi sedikit dengan bumbu humor.
Seiring era globalisasi istilah ini pun selalu berevolusi
(maklum supaya tidak kamseupay). Arti dua kata ini semakin berkembang. Mereka
pun diterjemahkan “telah meninggal”.
Karena masyarakat Toraja memiliki sense of humor yang tinggi
setinggi daerahnya maka dua kata ini kembali di bawa ke nuansa .Masyarakat
Toraja menggunakannya untuk merespon seseorang cerita seseorang yang tidak
masuk akal biasanya ketika kita sedang dalam nuansa bercanda, atau ketika
seseorang melihat sesuatu yang lucu. Dengan spontan akan mengatakan :
“ Malemo Sau’ ”
Karena biasanya hal ini diungkapkan dalam Susana humor maka
lawan bicara pun biasa menimpali:
“Tammui Lo’” yang artinya silakan dijemput.
Inilah bahasa slang yang akan Anda dengarkan dalam
keseharian masyarakat Toraja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa . Jadi
jika Anda berkunjung ke Toraja dan mendengakan bahasa ini, Anda hanya butuh
mengintepretasikannya sesuai dengan suasana di sekitar Anda.
By the way, Thanks to Paul Reinhard, Also Hendrik for the picture dan masyarakat Toraja yang sudah memberikan
informasi untuk menulis artikel ini.
Terima kasih buat pembaca saya yang baik hati! Silakan Anda
tinggalkan komentar suapaya Anda lebih baik hati lagi! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
0 komentar:
Posting Komentar