Rabu, 30 Mei 2012

Bahasa Slang Yang Popular Di Semua Kalangan Masyarakat Toraja


Kita tidak akan bertahan berada di temapat yang baru, jika tidak dapat bersosialisasi dengan masyarakatnya. Bersosialisasi dengan masyarakat adalah kunci yang paling tepat untuk survive di tempat tersebut. Namun bagaimana jika ada bahasa-bahasa yang sengaja diplesetkan oleh masyarakat di tempat tersebut yang biasa dijadikan sebagai bahan humor.
Adalah sebuah daerah yang selama ini dikenal bukan saja di Indonesia tetapi juga di luar negeri. TORAJA. Yach… Inilah daerah yang kaya akan keunikan budaya. Budaya daerah tersebut akan Anda temukan di website atau blog orang Toraja sendiri, jadi nanti buka di sana aja yach…. Itung-itung supaya blog teman saya dibaca juga… J
Para pembaca yang baik hati( Mengapa Anda baik hati? Karena Anda rela menghabiskan waktu Anda untuk membaca posting saya ini :D ) Toraja tidak mau ketinggalan untuk memberikan sesuatu yang khas dari mereka. Sebuah bahasa slang yang akan Anda dengarkan jika berkunjung ke tempat ini
“  Malemo Sau’ ”
Jika ditelusuri  , dua kata ini berarti sudah berangkat ke arah Selatan. Mungkin Anda akan terheran jika dua kata ini dihubungkan dengan Pemilihan Umum.
Berbicara soal Pemilu, biasanya akan berbicara soal hal-hal yang serius, karena jika tidak serius nanti uang untuk kampanye sia-sia! J Yach… Dua kata ini pernah menjadi trend ketika perhelatan Pemilukada di daerah ini dihelat. Namun bukan dalam konteks yang serius, “Malemo Sau’ ” dijadikan sebagai bahan humor. Pada saat itu salah satu dari Kandidat harus tersingkir dari tidak memenangkan Pemilukada tersebut. Simpatisan dari mereka pun menggunakan dua kata ini untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan “ Malemo Sau’ ”. In this case (dalam bungkusan ini, maksudnya: dalam hal ini) kata ini bisa diartikan sebagai penuturan akan kekalahan dalam bersaing. Anda merasa dikalahkan hari ini ayo katakan
“Malemo Sau’ ” . Setidaknya bukan dalam nuansa telalu stress tetapi sedikit dengan bumbu humor.
Seiring era globalisasi istilah ini pun selalu berevolusi (maklum supaya tidak kamseupay). Arti dua kata ini semakin berkembang. Mereka pun diterjemahkan “telah meninggal”.
Karena masyarakat Toraja memiliki sense of humor yang tinggi setinggi daerahnya maka dua kata ini kembali di bawa ke nuansa .Masyarakat Toraja menggunakannya untuk merespon seseorang cerita seseorang yang tidak masuk akal biasanya ketika kita sedang dalam nuansa bercanda, atau ketika seseorang melihat sesuatu yang lucu. Dengan spontan akan mengatakan :
“ Malemo Sau’ ”
Karena biasanya hal ini diungkapkan dalam Susana humor maka lawan bicara pun biasa menimpali:
“Tammui Lo’” yang artinya silakan dijemput.
Inilah bahasa slang yang akan Anda dengarkan dalam keseharian masyarakat Toraja mulai dari anak-anak sampai orang dewasa . Jadi jika Anda berkunjung ke Toraja dan mendengakan bahasa ini, Anda hanya butuh mengintepretasikannya sesuai dengan suasana di sekitar Anda.
By the way, Thanks to Paul Reinhard, Also Hendrik for the picture  dan masyarakat Toraja yang sudah memberikan informasi untuk menulis artikel ini.
Terima kasih buat pembaca saya yang baik hati! Silakan Anda tinggalkan komentar suapaya Anda lebih baik hati lagi! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

REMAJA PART I


Tidak ada kata "berhenti" untuk membahas remaja.Mulai dari perubahan yang terjadi pada pribadi-pribadi tersebut sampai pada hal-hal yang ditimbulkan dari apa yang dilakukan.Perubahan-perubahan fisik yang kadang membuat kita sendiri menjadi terheran-heran bahkan dengan sekuat tenaga menghabiskan waktu di depan komputer, klik sana-sini, bahkan bertanya dengan orang-orang di sekitar kita. "Apakah yang sesungguhnya terjadi padaku?" (Pertanyaannya: sedikit lebay trus kamseupay... nyadar.com). Lain lagi dengan tindakan-tindakan yang sering membuat orang-orang di sekitar kita menjadi tidak nyaman. Misalnya: karena ingin kelihatan cool atau menjadi anak gaol (gaul anyway) kita pun dengan asyik-asyiknya mengisap rokok di tempat umum yang sebenarnya hal ini lebih norak menurut saya.

Ada hal yang juga biasa terjadi pada masa ini, ketika remaja tertarik untuk mengerjakan sesuatu. Di sinilah mental dari seorang dapat terbaca. Ada yang akan berhenti di tengah jalan jika mendapatkan tantangan dan pekerjaannya tidak dipuji sama sekali. Namun, ada juga yang tetap ingin berkarya bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain tetapi dia kerjakan dengan tulus dengan harapan hal tantangan inilah yang akan melatih dan membekali dia mengahadapi kerasnya dunia di masa yang akan datang. (Dunia memang keras, coba aja ambil satu gengam dunia berupa tanah, awalnya krenyes-krenyes, tapi lama kelamaan akan terasa tak ada yang bisa menguncah lagi, gigi udah ikut terkunya....ngaknyambung.com)

Sampai di sini malam hari ini, kalau ada inspirasi tak lanjutin dah!!